Senin , 16 Juli 2018
INFO

Kunjungan Pemantauan Kemendikbud, Kemenag, dan DFAT Australia ke SD Mitra Program INOVASI di Lombok Tengah, NTB

                    Kegiatan pemantauan dan evaluasi adalah komponen yang sangat penting dalam memberikan penilaian, informasi, dan gambaran yang kuat tentang kegiatan yang sedang atau telah dijalankan. Demikian pula yang berlaku di program kemitraan Indonesia-Australia di bidang peningkatan mutu pendidikan, yaitu INOVASI (Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia)

Lombok Tengah, 21 Maret 2018 – Melalui program INOVASI, Pemerintah Indonesia dan Australia menjalin kemitraan dalam rangka memahami cara-cara untuk meningkatkan hasil pembelajaran literasi numerasi siswa sekolah dasar. Dalam pelaksanaannya, INOVASI bekerja dan memetik pelajaran secara langsung dengan mitra-mitranya di daerah dalam mengeksplorasi dan memahami konteks di daerah tersebut. Seluruh proses perencanaan dan pelaksanaan program-program rintisan INOVASI senantiasa dimonitor dan dievaluasi.
Pada tanggal 14-15 Maret 2018, perwakilan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan Kementerian Agama serta perwakilan pemerintah Australia berkunjung ke beberapa sekolah di Lombok Tengah, NTB. Sekolah-sekolah tersebut merupakan sekolah yang terlibat dalam dua program rintisan INOVASI, yaitu Guru BAIK1 (SDI Al-Ma’Arif Bateat Mangkung) dan SETARA2 (SDN 1 Gemel). Kunjungan ini dipimpin oleh Kepala Pusat Penilaian Pendidikan, Badan Penelitian dan Pengembangan, Kemendikbud yang juga selaku Ketua Unit Manajemen INOVASI, Moch. Abduh. Tim dari Jakarta ini juga berkunjung ke salah satu sekolah dampingan LPMP/Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan NTB (SDN 1 Kopang) untuk melihat langsung praktik yang sudah berjalan di sana.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB, H. M. Suruji mengapresiasi kunjungan pemantauan ini. “Sebagai kepala dinas yang telah terlibat langsung dengan INOVASI sejak awal dimulainya program di Provinsi NTB, saya sangat mengapresiasi kunjungan ini. Para pihak yang terlibat sejauh ini pun menunjukkan antusiasme yang tinggi, termasuk juga di Lombok Tengah. Semoga dapat terus berjalan dan berdampak positif bagi pemerintah dalam meningkatkan mutu pendidikan NTB yang dimulai dari jenjang sekolah dasar.”
Hadir mewakili Pemerintah Australia, Program Manager bidang Pendidikan, DFAT Australia, Diah Pratiwi mengatakan, “Sangat luar biasa apabila mengingat pertama kali kita menjalin kemitraan dan membahas rancangan dan pelaksanaan program INOVASI di NTB. Kini, program INOVASI di NTB telah memasuki tahun kedua. Indonesia adalah mitra penting bagi Australia. Melalui program INOVASI, kami memberikan dukungan agar semua anak Indonesia dapat meraih keberhasilan dalam pendidikan.”
“Hal yang sangat menggembirakan adalah ternyata NTB ini mampu mengembangkan “virus” baik, dan kami berharap model-model baik seperti ini bisa direplikasi. Tentunya, apa yang sudah berjalan baik di program INOVASI bisa dijadikan referensi bagi program-program lain di Kemendikbud, begitu juga sebaliknya,” ujar Moch. Abduh.
Dalam kunjungan bersama ini, tim memperoleh berbagai temuan menarik. Beberapa diantaranya adalah bahwa di semua SD yang dikunjungi ada anak yang berkebutuhan khusus (ABK), guru dan kepala sekolah diketahui menemui kesulitan dalam membantu anak-anak tersebut karena para guru belum memiliki cara yang tepat untuk menghadapi ABK dalam proses belajar mengajar. Temuan lainnya, meski berkomitmen tinggi SD inklusi belum memiliki rencana kerja dan anggaran sekolah (RKAS) yang sungguh berpihak pada kebutuhan dan pembelajaran ABK.

Testimoni guru-guru yang terlibat dalam program INOVASI:
Pelaksanaan program INOVASI di sekolah kami sudah hampir berjalan selama setahun. Para guru yang terlibat pun sudah mengikuti berbagai pelatihan dan diberikan bimbingan. Kami merasa terbantu sekali. Kini setidaknya kami mampu mengidentifikasi hambatan belajar yang dihadapi masing-masing anak. Setelah mengikuti program INOVASI, guru-guru pun menjadi lebih aktif, dan mampu membuat beberapa model pembelajaran yang kami rangkai bersama dengan didampingi para fasilitator daerah INOVASI.”
Umi Maharani, Guru Kelas di SDN1 Gemel

Setelah terlibat dalam program INOVASI, kami belajar bagaimana mengidentifikasi masalah. Ternyata, hal yang kita anggap tidak penting justru merupakan suatu masalah. Jadi, kami belajar menggali masalah-masalah dan penyebabnya, serta mencoba untuk mencari solusinya. Solusi tersebut lalu kami coba terapkan di kelas. Alhamdulillah, membantu membuat proses pembelajaran semakin mantap.”
Halimatus Sakdiah, Guru SDI Al-Ma’Arif Bateat Mangkung

Tim Komunikasi INOVASI Provinsi NTB

 

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas