Dinas Pendidikan Lombok Tengah Berbenah

Lombok Tengah – Rapat Koordinasi dengan fokus (1) Evaluasi Pelaksanaan Program dan Kegiatan Dinas Pendidikan pada Tahun 2018 dan (2) Persiapan Pelaksanaan Program dan Kegiatan Dinas Pendidikan pada Tahun 2018 telah selesai diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Lombok Tengah di Aula Handayani pada hari ini Rabu, 8 Januari 2019. Hadir pada kegiatan dimaksud antara lain Sekretaris Daerah Lombok Tengah (H.M. NURSIAH, S.Sos, M.Si.) didampingi oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lombok Tengah (H. Sumum, S.Pd.,S.H.,M.Pd) bersama undangan lainnya. Peserta rapat koordinasi berasal dari perwakilan semua elemen yang berada dalam ruang kewenangan Dinas Pendidikan yaitu (1) semua kepala bidang, kepala seksi dan kepala sub bagian; (2) kepala UPTD PAUD dan DIKDAS; (3) Dewan Pendidikan; (4) Pengawas Pendidikan; (5) KKPS TK/SD; (6) MKKS SMP; (7) K3S SD-SMP; (8) Penilik PAUD; (9) Kepala Satpen SKB Lombok Tengah; (10) PKBM dan (11) Perwakilan HIMPAUDI. Sehingga total peserta rapat koordinasi mencapai 56 orang.

Agenda kegiatan meliputi dua hal pokok yaitu penyampaian laporan hasil pelaksanaan program pada tahun 2018 yang meliputi realisasi fisik dan keuangan. Baik yang anggarannya bersumber dari APBD maupun dari APBN termasuk juga yang berasal dari sumber lain (blocgrant, bantuan pemerintah, bantuan tanggap bencana beserta sasaran program) serta menyampaikan permasalahan dan solusi selama pelaksanaan kegiatan. Perwakilan juga berkewajiban menyampaikan rencana strategis percepatan pelaksanaan kegiatan yang akan dilaksanakan tahun 2019.

Kepala Dinas Pendidikan Lombok Tengah menyampaikan bahwa kegiatan rapat koordinasi dalam upaya melakukan evaluasi dan persiapan pelaksanaan program (kegiatan) seperti ini sangat penting untuk dilakukan guna mengukur ketercapaian pelaksanaan tanggungjawab yang dibebankan kepada Dinas Pendidikan secara obyektif. Dalam pengantar itu juga disampaikan bahwa self assessment juga tidak kalah pentingnya dan sudah dilaksanakan, tetapi cenderung subjektif. Artinya, Dinas Pendidikan tentu tidak dapat mengklaim keberhasilannya secara sepihak, mengingat indikator yang digunakan sebagai parameter untuk mengukur keberhasilan pelaksanaan program dan kegiatan tentu akan berbeda dengan Pemerintah Daerah. Guna menghindari benturan hasil penilaian maka dilakukan rapat koordinasi dengan melibatkan semua pihak agar masing-masing dapat mengetahui dan memahami capaian penyelenggaraan pendidikan yang sudah dilakukan secara bersama.

Idealnya sebuah proses evaluasi, tentu tidak terlepas dari variatifnya capaian pelaksanaan program dan kegiatan pada masing-masing pelaksana. Dalam konteks anggaran, capaian tersebut dapat diperhatikan dari seberapa besar serapan anggaran yang berhasil dilaksanakan. Terhadap pelaksanaan kegiatan yang sudah baik tentu membutuhkan upaya lebih keras lagi agar ke depan menjadi lebih baik lagi, sementara jika masih kurang maka harus diupayakan solusi kreatif dan inovatif untuk mengejar ketertinggalan tersebut. Hal terpenting yang harus selalu diingat adalah semua elemen harus memiliki pandangan yang selaras tentang apa yang sudah dilaksanakan dan menyatukan komitmen untuk akselerasi pelaksaaan di tahun berikutnya.

Arahan senada juga disampaikan oleh Sekretaris Daerah Lombok Tengah yang menekankan urgennya kegiatan evaluasi dan persiapan pelaksanaan program dan kegiatan yang sudah dan belum diselenggarakan. Sejatinya, setiap kegiatan yang dilakukan tentu sebelumnya sudah ditetapkan melalui perencanaan yang matang tentang tujuan, sasaran dan besaran anggaran yang akan dibutuhkan untuk menopang pelaksanaan kegiatan. Termasuk dalam format ini adalah siapa pelaksana, tempat dan bagaimana melaksanakan termasuk hal lain yang akan melengkapi eksekusi kegiatan baik dalam konteks administrasi maupun pelaksaan. Kegiatan ini tidak terlepas dari apa yang sudah diformat tersebut dan mengukur sejauh mana format yang dibuat dapat dilaksanakan. Intinya, moment ini tidak dijadikan sebagai ruang untuk mencari kesalahan dan menutupi kekurangan tetapi lebih kepada membahas hal-hal konstruktif untuk pembenahan pelaksanaan program dan kegiatan Dinas Pendidikan agar lebih maksimal lagi.

Dinas Pendidikan Lombok Tengah patut berbangga dengan capaian realisasi anggaran untuk tahun 2018 (mencapai angka 99,24%) yang sudah mampu menunjukkan perkembangan yang signifikan dari tahun sebelumnya (2017) yang hanya mencapai angka 97,96%). Pelaksanaan kegiatan yang masih menjadi homework untuk Dinas Pendidikan pada tahun 2017 adalah Penuntasan Buta Aksara, yang menurut data jumlahnya masih sangat tingi untuk Kabupaten Lombok Tengah (mencapai 36.000 orang). Tugas ini kemudian berupaya diselesaikan secara bertahap melalui beberapa terobosan seperti bekerjasama dengan Perguruan Tinggi seperti IKIP Mataram yang sudah membelajarkan 3000 warga yang buta aksara. Ke depan, langkah inovatif sangat diperlukan untuk menuntaskan permasalahan tersebut serta masalah lain secara massif  sehingga dunia pendidikan  Lombok Tengah berkembang lebih maksimal lagi. Mengingat pada tahun 2019 penganggaran pendidikan dominan akan ditentukan berdasarkan zonasi.

Perkembangan yang menempatkan Dinas Pendidikan dalam kategori 10 besar OPD dengan realisasi anggaran terbaik ini, sekaligus menunjukkan indikasi bahwa Dinas Pendidikan sudah berhasil membangun team-work yang tangguh dalam pelaksanaan tugas dan fungsi yang menjadi tanggungjawabnya. Beberapa hal yang masih membutuhkan perbaikan akan diupayakan secepatnya dalam rangka memberikan pelayanan yang berkualitas kepada konsumen pendidikan di wilayah Lombok Tengah. Semoga…..

=IR=

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*