DISDIK IKUTI UJI PUBLIK ZONASI

LOTENG – Penerapan dan pelaksanaan sistem zonasi dalam pendidikan dewasa ini kerap diragukan keberhasilannya oleh banyak pihak. Dari kalangan wali murid banyak yang menyampaikan keberatan terhadap pemberlakukan kebijakan dimaksud. Termasuk dari beberapa kalangan pelaku pendidikan yang juga turut menyampaikan rasa pesimisnya terhadap keberhasilan implementasi sistem zonasi. Dasar sikap pesimistis ini didominasi oleh pelaksanaan ketentuan lain yang menjadi turunan dari kebijakan tentang zonasi, keinginan orang tua untuk memasukkan anaknya ke sekolah “favorit” sementara pada sistem zonasi tidak dikenal adanya sistem sekolah favorit.

Diskursus tentang sistem zonasi tidak menyurutkan langkah Dinas Pendidikan Kabupaten Lombok Tengah untuk tetap melaksanakan kebijakan tersebut secara maksimal. Selain karena sistem zonasi sudah ditetapkan oleh Kemendikbud agar dilaksanakan sepenuhnya, sistem ini juga dinilai sangat positif sebagai ruang untuk terus mendorong perkembangan mutu pendidikan.

Dinas Pendidikan (DISDIK) Kabupaten Lombok Tengah mengikuti kegiatan uji publik terkait dengan kebijakan zonasi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Disdik Lombok Tengah menjadi satu-satunya peserta yang mewakili Provinsi Nusa Tenggara Barat yang kegiatannya terpusat di Kota Tangerang-Banten.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lombok Tengah, Bapak H. SUMUM, S.Pd., SH., M.Pd. menuturkan beberapa permasalahan terkait zonasi yang terjadi juga akan ikut dibawa nantinya. Di Kabupaten Lombok Tengah sendiri, sejauh ini implementasi kebijakan zonasi ini memang secara perlahan mulai berjalan menuju ke arah maksimal. Karena pada adsarnya tujuan penerapan zonasi adalah untuk pemerataan akses dan mutu pendidikan. Bukan  hanya tatanan proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) saja, akan tetapi menyangkut pemerataan distribusi guru termasuk pemenuhan sarana dan prasarana. Namun yang paling penting adalah terkait dengan mutu atau kualitas guru itu sendiri. Ke depan, pelatihan peningkatan kompetensi dan kapasitass guru juga akan dilakukan berbasis zonasi, termasuk pemenuhan sarana dan prasarana sesuai standar.

Menyikapi hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lombok Tengah menyampaikan bahwa zonasi ini menjadi satu langkah penting dari pemerintah untuk pemerataan akses kepada masyarakat termasuk sarana dan prasarana di lembaga pendidikan. Oleh karena itu, Kepala Dinas mengajak kepada semua pihak untuk mendukung pelaksanaan sistem zonasi dalam pendidikan agar dapat berhasil dengan gemilang untuk peningkatan kualitass pendidikan di Kabupaten Lombok Tengah khususnya.

***&&&***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*