DISDIK PACU GERAKAN PENUNTASAN BUTA AKSARA

DISDIK – Sebagai wujud tanggung jawab moril terhadap anugerah Aksara yang diterima oleh Bupati (diwakili Kepala Dinas Pendidikan) Kabupaten Lombok Tengah, Pemerintah Daerah melalui Dinas Pendidikan semakin memacu penuntasan buta aksara. Sebagaimana diketahui Kabupaten Lombok Tengah merupakan salah satu daerah dengan angka buta aksara yang cukup tinggi di Provinsi Nusa Tenggara Barat bersama Sumbawa Barat, Bima dan Lombok Utara. Menurut data terakhir yang tercatat di BPS (2019) angka buta aksara di Lombok Tengah masih berada pada kisaran 64.932 orang. Angka yang cukup tinggi ini, sudah mengalami penurunan yang cukup signifikan dari angka awal di tahun 2014 sebanyak 80.752 orang, terdiri dari laki-laki 25.787 orang dan perempuan 54.965 orang.

Kepala Dinas menyampaikan bahwa masalah buta aksara tidak hanya dihadapi oleh Kabupaten Lombok Tengah. Kalau merujuk pada data yang dirilis Kemendikbud pada tahun 2018 angka buta aksara usia 15-59 tahun di Indonesia dilihat dari masing-masing provinsi masih terdapat 11 provinsi memiliki angka buta huruf di atas angka nasional. Sebelas provinsi dimaksud yaitu Papua (28,75 persen), NTB (7,91 persen), NTT (5,15 persen), Sulawesi Barat (4,58 persen), Kalimantan Barat (4,50 peren), Sulawesi Selatan (4,49 persen), Bali (3,57 persen), Jawa Timur (3,47 persen), Kalimantan Utara (2,90 persen), Sulawesi Tenggara (2,74 persen), dan Jawa Tengah (2,20 persen). Jika lebih rinci lagi, tampak bahwa perempuan memiliki angka buta aksara lebih besar jika dibandingkan dengan laki-laki dengan jumlah, yakni 1.157.703 orang laki-laki dan perempuan 2.258.990 orang.

Tuntas buta aksara selama ini dipahami banyak pihak menjadi tugas pokok dari Dinas Pendidikan semata, sehingga minim keterlibatan institusi lain untuk turut ambil bagian dalam upaya pengentasan buta aksara. Padahal kasus ini merupakan kewajiban lintas institusi untuk sama-sama menjawab tantangan yang ada. Menyadari hal tersebut, Pemerintah Daerah melalui Dinas Pendidikan Lombok Tengah melakukan gebrakan inovatif untuk pengentasan buta aksara melalui Gerakan Penuntasan Buta Aksara. Gerakan ini akan membelajarkan penduduk buta aksara usia 15 tahun ke atas (dengan prioritas 15-59 tahun) untuk memperoleh pendidikan keaksaraan dasar agar memiliki kemampuan CALISTUNG, berbahasa Indonesia dan menganalisis sehingga memberikan peluang untuk aktualisasi potensi diri sesuai dengan standar kompetensi lulusan pendidikan keaksaraan dasar. Sebagai payung hukum gerakan yang akan dilakukan, para pihak sudah duduk bersama untuk membahas dan menyusun Peraturan Bupati tentang Gerakan Penuntasan Buta Aksara.

Dalam draft Perbup yang disusun bersama di Aula Handayani Dinas Pendidikan Lombok Tengah tersebut diatur beberapa klausul tentang pelaksanaan Gerakan Penuntasan Buta Aksara. “Intinya, semua pihak akan dilibatkan dalam gerakan ini, mulai dari tingkat desa-pemerintah pusat jika melihat keterlibatan dari sudut pandang kewilayahan. Jika melihatnya dari sudut pandang institusi maka semua OPD yang ada di Lombok Tengah termasuk TNI-POLRI juga akan dilibatkan, termasuk lembaga pendidikan sampai Perguruan Tinggi. Artinya, memang diperlukan sinergi peran antarberbagai elemen di tingkat pusat, daerah dan masyarakat untuk bersama-sama dalam penuntasan buta aksara“. jelas Kepala Dinas Pendidikan Lombok Tengah, bapak H. Sumum. Khusus untuk Perguruan Tinggi, pihak Dinas Pendidikan bahkan sudah menjalin kerjasama dengan IKIP Mataram. Ke depan, kerjasama ini akan dimaksimalkan lagi.

Satu hal unik yang diatur dalam draft Perbup adalah terbentuknya Kelompok Kerja dari tingkat desa-kabupaten yang bertanggungjawab penuh kepada Bupati dengan melibatkan semua institusi (pemerintah dan nonpemerintah) untuk turut serta terlibat aktif dalam pelaksanaan gerakan. Kebijakan ini memberi gambaran bahwa penyelenggaraan Gerakan Penuntasan Buta Aksara yang akan dilakukan di Lombok Tengah mendapat pengawasan dan pembinaan langsung dari Bupati dengan leading sector Dinas Pendidikan. Hal ini dimaksudkan agar gerakan ini menjadi pemicu semua pihak untuk berkontribusi dan menjadi milik semua pihak dengan tingkat kepedulian yang sama. Implikasi logis yang diharapkan adalah dengan langkah agresif Lombok Tengah melalui Gerakan Penuntasan Buta Aksara ini, dapat memassifkan penuntasan buta aksara di Kabupaten Lombok Tengah. Semoga¬†…

&&& IR &&&

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*