Standar Pengembangan KKG-MGMP

Lombok Tengah – Untuk mewujudkan peran KKG dan MGMP dalam pengembangan profesionalisme guru, maka peningkatan kinerja kelompok kerja guru (KKG) dan musyawarah guru mata pelajaran (MGMP) merupakan masalah yang mendesak untuk dapat direalisasikan. Berbagai upaya telah dilakukan namun demikian, berbagai indikator mutu PTK belum menunjukkan peningkatan kinerja KKG-MGMP yang berarti. Di beberapa daerah menunjukkan peningkatan kinerja KKG/MGMP yang cukup menggembirakan, namun sebagian besar lainnya masih memprihatinkan. Berdasarkan masalah ini, maka diperlukan analisis yang mendalam mengenai rendahnya kinerja KKG/MGMP agar tujuan penyelenggaraan KKG dan MGMP dapat tercapai secara maksimal. Selanjutnya memberikan efek positif terhadap peserta didik dan pendidikan secara umum.

Adapun tujuan dimaksud adalah (1) memperluas wawasan dan pengetahuan guru dalam berbagai hal, khususnya penguasaan substansi materi pembelajaran, penyusunan silabus, penyusunan bahan pembelajaran, strategi dan metode pembelajaran, memaksimalkan pemakaian sarana/prasarana belajar, memanfaatkan sumber belajar, dsb; (2) memberi kesempatan kepada anggota kelompok kerja atau musyawarah kerja untuk berbagi pengalaman serta saling memberikan bantuan dan umpan balik; (3) meningkatkan pengetahuan dan keterampilan, serta mengadopsi pendekatan pembaharuan dalam pembelajaran yang lebih profesional bagi peserta kelompok kerja atau musyawarah kerja; (4) meningkatkan pengetahuan dan keterampilan, serta mengadopsi pendekatan pembaharuan dalam pembelajaran yang lebih profesional bagi peserta kelompok kerja atau musyawarah kerja; (5) mengubah budaya kerja anggota kelompok kerja atau musyawarah kerja (meningkatkan pengetahuan, kompetensi dan kinerja) dan mengembangkan profesionalisme guru melalui kegiatan-kegiatan pengembangan profesionalisme di tingkat KKG/MGMP; (6) meningkatkan mutu proses pendidikan dan pembelajaran yang tercermin dari peningkatan hasil belajar peserta didik dan (7) meningkatkan kompetensi guru melalui kegiatan di tingkat KKG/MGMP.

Untuk mencapai tujuan tersebut, telah dikembangkan beberapa standar dalam pengembangan KKG dan MGMP. Yang dimaksud dengan standar ini adalah unsur-unsur yang harus dimiliki oleh KKG/MGMP yang mencakup organisasi, program, pengelolaan, sarana dan prasarana, sumber daya manusia, pembiayaan dan penjaminan mutu. Standar organisasi terkait dengan (1) organisasi KKG dan MGMP terdiri dari: pengurus, anggota, SK pengesahan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dan mempunyai AD/ART; (2) pengurus KKG dan MGMP terdiri dari: Ketua, Sekretaris, Bendahara dan Bidang, dipilih oleh anggota berdasarkan AD/ART; (3) anggota KKG terdiri dari guru kelas, guru agama dan guru penjaskes di SD/MI yang anggotanya berasal dari 8 – 10 sekolah dan direkrut dengan prosedur tertentu (berdasarkan zonasi). Untuk daerah terpencil anggotanya berasal dari 3 – 5 sekolah dan (4) anggota MGMP terdiri dari guru mata pelajaran di SMP/MTs, SMA/MA, SMK/MAK, SLB/MALB, anggotanya berasal dari 8–10 sekolah dan direkrut sesuai prosedur tertentu (berdasarkan zonasi). Daerah terpencil anggotanya berasal dari 3–5 sekolah.

Standar program meliputi beberapa point penting, yaitu (1) penyusunan program KKG dan MGMP dimulai dari menyusun Visi, Misi, TUjuan sampai kalender pendidikan; (2) program KKG/MGMP diketahui oleh Ketua KKKS (Kelompok Kerja Kepala Sekolah SD) atau Ketua MKKS (Musyawarah Kerja Kepala Sekolah) dan disyahkan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota; (3) program KKG/MGMP terdiri dari program rutin dan program pengembangan; (4) program rutin sekurangnya terdiri dari (a) diskusi permasalahan pembelajaran; (b) penyusunan silabus, program semester dan rencana program pembelajaran; (c) analisis kurikulum; (d) penyusunan instrumen evaluasi pembelajaran dan (e) pembahasan materi dan pemantapan menghadapi Ujian Nasional serta (5) program pengembangan dapat dipilih sekurang-kurangnya tiga dari kegiatan-kegiatan berikut (a) penelitian; (b) penulisan karya ilmiah; (c) seminar, lokakarya, koloqium (paparan hasil penelitian) dan diskusi panel; (d) pendidikan dan pelatihan berjenjang (diklat berjenjang/khusus PAUD); (e) penerbitan jurnal KKG dan MGMP; (f) penyusunan website KKG dan MGMP; (g) mengikuti kegiatan di KKG dan MGMP Provinsi; (h) kompetisi kinerja guru; (i) peer coaching (pelatihan sesama guru menggunakan media ICT)(j) lesson study (kerjasama antarguru untuk memecahkan masalah pembelajaran)(k) professional learning community (komunitas belajar profesional); (l) TIPD (teachers international professional development) atau kerjasama MGMP Internasioal dan (m) global gateway (kemitraan lintas negara).

Standar Pengelolaan KKG-MGM terdiri dari beberapa elemen, yaitu (1) pengelolaan keseluruhan program KKG/MGMP menjadi tanggung jawab ketua KKG/MGMP; (2) pelaksanaan masing-masing program dilakukan oleh panitia yang dipimpin oleh seorang penanggung jawab berdasarkan surat keputusan ketua KKG/MGMP; (3) pelaksanaan masing-masing program berpedoman pada Kerangka Acuan Kerja (KAK) yang disusun oleh pengurus KKG/MGMP; (4) panitia membuat proposal kegiatan yang meliputi: perencanaan, pelaksanaan, pembiayaan dan pelaporan kegiatan dan (5) pengurus memantau dan mengevaluasi kegiatan. Sementara standar sarana dan prasarana terdiri dari (1) sarana dan prasarana yang tersedia di setiap KKG/MGMP sekurangkurangnya adalah (a) ruang/gedung untuk kegiatan KKG dan MGMP; (b) computer; (c) media Pembelajaran; (d) OHP/LCD proyektor dan (e) telepon/faximile dan (2) sarana dan prasarana tambahan yang tersedia sekurangnya terdiri dari tiga daftar berikut (a) laboratorium IPA; (b) laboratorium bahasa; (c) laboratorium micro teaching; (d) perpustakaan; (e) audio visual aids (AVA); (f) handycam dan kamera digital; (g) internet dan (h) davinet/digital audio visual network.

Standar yang tidak kalah pentingnya adalah standar sumber daya manusia yang meliputi (1) pendidik yang menjadi pembina kegiatan KKG/MGMP harus memiliki kriteria (a) memiliki kualifikasi akademik sekurang-kurangnya S1; (b) memiliki pengalaman mengajar sekurang-kurangnya 10 (sepuluh) tahun dan (c) memiliki keahlian yang relevan dengan materi yang disampaikan dan (2) pendidik pada butir 1 dapat terdiri dari (a) instruktur; (b) guru inti; (c) pemandu/tutor; (d) pengawas; (e) kepala sekolah; (f) widyaiswara; (g) dosen; (h) pejabat struktural maupun nonstruktural Dinas Pendidikan Kabupaten dan (i) tim pengembang (instruktur terpilih).

Standar Pembiayaan pada KKG_MGMP meliputi (1) pembiayaan kegiatan KKG/MGMP mencakup sumber dana, penggunaan dan pertanggungjawaban; (2) sumber Dana kegiatan KKG/MGMP dapat terdiri dari (a) iuran anggota/sekolah; (b) Dinas Pendidikan Propinsi atau kabupaten/kota; (c) Departemen; (d) donatur; (e) unit produksi; (f) hasil kerjasama; (g) masyarakat dan (h) sponsor yang tidak mengikat dan sah; (2) dana KKG/MGMP hanya dapat digunakan untuk membiayai (a) program rutin dan (b) program pengembangan dan (3) pertanggungjawaban keuangan KKG/MGMP mengacu pada sistem pelaporan keuangan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Terakhir adalah standar penjaminan mutu yang terdiri dari (1) kegiatan KKG/MGMP perlu disertai dengan sistem penjaminan mutu yang akan melihat kesesuaian antara standar dengan pemenuhannya; (2) data penjaminan mutu diperoleh dengan melakukan pemantauan dan evalusai; (3) pelaksanaan penjaminan mutu yang meliputi mekanisme pemantauan dan evaluasi serta pelaporannya diatur dalam Anggaran Rumah Tangga (ART) dan (4) Laporan meliputi substansi kegiatan dan administrasi disampaikan kepada ketua KKG/MGMP, ketua KKKS/MKKS dan Kepala Dinas Pendidikan.

Keberadaan KKG dan MGMP dengan segala variannya membutuhkan perhatian dan pembinaan intensif agar dapat lebih maksimal dalam penyelenggaraan tugas dan fungsinya sebagai wadah peningkatan kualitas guru. Oleh karena itu, diharapkan agar standar yang sudah disampaikan ini kiranya dapat dimanfaatkan sebagaimana perlunya dan disesuaikan dengan kondisi masing-masing KKG-MGMP. Jika memang disinyalir masih ada kekurangan yang terdapat di dalamnya, maka perbaikan yang terus menerus menjadi pilihan untuk dilakukan demi kesempurnaan pelaksanaan program pengembangan KKG dan MGMP, menjadikan pendidik lebih mengerti dan memahami urgensi peningkatan mutu pendidik di Lombok Tengah khususnya. Semoga ….

#IR, 270319#

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*